top of page

Search Results

17 results found with an empty search

  • Menelusuri Asal Usul Kayu: Panduan Lengkap Memeriksa Keaslian Sertifikat FSC dari Pemasok dan Mengevaluasi Tingkat Kelayakan Dokumen Pelacakan Anda

    Pertanyaan kritis yang sering muncul ketika membeli produk kayu adalah sejauh mana sertifikat FSC dijamin keasliannya. Meskipun logo FSC mungkin terpampang di situs web atau faktur supplier kayu FSC Anda, hal ini belum tentu menjadi bukti otentik. Dalam artikel ini, kami akan membahas langkah-langkah tentang bagaimana memeriksa status sertifikasi produk kayu yang Anda beli dan memastikan dokumen pelacakan FSC Anda sudah memenuhi regulasi yang diperlukan. Jenis Sertifikasi FSC Sertifikasi Pengelolaan Hutan / Forest Management (FSC FM) Sertifikasi Lacak Balak FSC / Chain of Custody (FSC CoC) Pentingnya Sertifikasi FSC CoC Tahap Pengecekan Sertifikat FSC Supplier Anda Langkah 1: Periksa Keabsahan Sertifikat FSC Supplier Anda Langkah 2: Periksa Ruang Lingkup Sertifikat FSC Supplier Anda Langkah 3: Periksa Klaim pada Faktur dan Catatan Pengiriman Supplier Anda Dokumen Pelacakan FSC yang Diperlukan 1. Sumber Bahan Baku 2. Rekam Produk 3. Persyaratan Legal dan Tenaga Kerja FSC 4. Penjualan dan Kontrol Klaim FSC Komitmen, Konsistensi , dan Persyaratan Lainnya Jenis Sertifikasi FSC Sebelum kita membahas cara memeriksa sertifikasi, mari kita pahami dua jenis utama sertifikasi FSC.   Sertifikasi Pengelolaan Hutan / Forest Management (FSC FM) Sertifikasi Pengelolaan Hutan FSC menetapkan standar bagi manajemen pengelola hutan agar area hutan dikelola dengan cara yang berkelanjutan dan bertanggung jawab. Proses sertifikasi ini menekankan bahwa pengelolaan hutan harus dilakukan dengan tetap mempertahankan keragaman hayati dan memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat adat serta pekerja lokal dengan tetap memastikan kesatuan pengelolaan hutan yang bernilai ekonomis.   Sertifikasi Lacak Balak FSC / Chain of Custody (FSC CoC) Sertifikasi Lacak Balak FSC (FSC CoC) mengacu pada proses evaluasi yang menilai integritas rantai pasokan produk, mulai dari hutan hingga produk akhir yang diterima oleh konsumen. Sertifikasi FSC CoC berlaku bagi seluruh pihak, terutama perusahaan, yang terlibat dalam pemrosesan, perubahan, pengemasan, perdagangan, atau produksi hasil hutan bersertifikat FSC berserta turunannya. Proses sertifikasi FSC CoC menegaskan bahwa material bersertifikat FSC harus diidentifikasi dan dipisahkan dari bahan yang tidak bersertifikat dan bahan yang tidak dikontrol oleh FSC pada sepanjang rantai pasokan.   Sederhananya, pengelola hutan akan memerlukan sertifikasi pengelolaan hutan FSC untuk menunjukkan bahwa mereka mematuhi standar pengelolaan hutan yang berkelanjutan dan bertanggung jawab. Selanjutnya, seluruh perusahaan yang terlibat dalam proses produksi, perubahan, atau penjualan produk dengan bahan baku bersertifikasi FSC akan membutuhkan sertifikasi FSC CoC untuk memastikan bahwa seluruh rantai pasokan, mulai dari bahan baku hingga produk akhir yang diterima oleh konsumen telah mematuhi ketentuan FSC.   Pentingnya Sertifikasi FSC CoC Dapat disimpulkan bahwa Sertifikasi FSC CoC menjadi suatu keharusan bagi organisasi dan perusahaan yang terlibat dalam seluruh rantai pasokan produk berbasis hutan. Sertifikasi ini diperlukan bagi produk yang mengikuti minimal salah satu dari aktivitas berikut: Menjual produk bersertifikasi FSC dengan klaim FSC pada dokumen penjualan Memberi label produk sebagai produk bersertifikasi FSC Membuat atau mengubah komposisi produk (misalnya, mencampur atau menambahkan bahan hasil hutan ke dalam produk) atau melakukan integritas fisik produk (misalnya, pengemasan ulang, pelabelan ulang) yang dijual dengan klaim FSC. Mempromosikan produk bersertifikasi FSC Untuk memastikan klaim FSC yang sah pada produk yang dihasilkan, sangat penting bagi pelaku industri untuk mengikuti prosedur pelacakan FSC CoC. Proses ini bukan hanya suatu rekomendasi, melainkan suatu kewajiban bagi seluruh industri yang ingin memperoleh klaim FSC pada produknya. Tahap Pengecekan Sertifikat FSC Supplier Anda Sangat penting bagi perusahaan untuk memastikan secara mandiri bahwa supplier kayu FSC mereka memiliki sertifikasi FSC yang valid. Berikut adalah langkah-langkah krusial yang perlu diambil untuk memeriksa validitas sertifikat tersebut:   Langkah 1: Periksa Keabsahan Sertifikat FSC Supplier Anda Kunjungi FSC Certificate Database: https://search.fsc.org/en/ . Situs web ini merupakan situs resmi FSC yang memberikan akses ke database seluruh pemegang sertifikat FSC. Saat ini, situs tersebut masih menggunakan versi beta, sehingga belum tersedia dalam bahasa Indonesia. Namun, kemungkinan bahasa lain akan ditambahkan seiring pengembangan dan penggunaan situs tersebut. Kemudian, masukkan kode lisensi supplier kayu Anda (contoh: FSC-C000000) atau kode sertifikat, maupun nama supplier ke dalam kotak pencarian.   Jika supplier kayu FSC Anda terdaftar dalam database FSC dengan sertifikat yang valid, Anda dapat yakin bahwa mereka memiliki sertifikasi FSC yang sah.     Penting untuk dicatat bahwa sebagian pembeli sering kali keliru mengasumsikan bahwa semua produk kayu dari supplier tertentu akan secara otomatis bersertifikat FSC ketika perusahaan tersebut telah terbukti memiliki sertifikasi FSC yang valid. Namun, perlu diingat bahwa sebagian besar pemegang sertifikat FSC juga menjual baik produk yang bersertifikat FSC maupun yang tidak bersertifikat FSC. Sehingga penting untuk melakukan langkah-langkah selanjutnya berikut ini untuk memverifikasi status sertifikasi dari bahan baku yang Anda beli.   Langkah 2: Periksa Ruang Lingkup Sertifikat FSC Supplier Anda Klik nama pemegang sertifikat dalam hasil pencarian. Anda kemudian akan diarahkan ke halaman dengan informasi tentang ruang lingkup sertifikasi supplier Anda. Pada bagian 'Produk', Anda akan menemukan informasi tentang jenis produk, jenis kayu, dan klaim yang dicakup oleh sertifikat FSC. Langkah 3: Periksa Klaim pada Faktur dan Catatan Pengiriman Supplier Anda Meskipun supplier memiliki sertifikat yang valid dan produk yang Anda beli termasuk dalam ruang lingkup sertifikat mereka, Anda masih perlu memastikannya lagi. Hal ini disebabkan oleh kemungkinan bahwa mereka mungkin menjual produk yang sama dalam dua jenis kualitas: bersertifikasi FSC dan non-sertifikat.   Untuk memastikan bahwa produk yang Anda beli merupakan produk yang bersertifikat FSC, periksalah faktur dan catatan pengirimannya. Jika produk Anda bersertifikat, Anda akan melihat klaim yang sesuai di samping produk pada faktur yang dibuat.   Langkah-langkah di atas akan memastikan bahwa Anda benar-benar membeli barang bersertifikasi FSC. Langkah-langkah tersebut juga akan membantu Anda dalam melengkapi dokumen pelacakan atas kepatuhan terhadap kebijakan pengadaan.   Dokumen Pelacakan FSC yang Diperlukan Setelah memeriksa keabsahan sertifikasi dari pemasok, penting bagi Anda untuk memastikan kelengkapan dokumen pelacakan FSC lainnya. Berikut adalah ringkasan dokumen yang diperlukan:   1. Sumber Bahan Baku Perusahaan dengan sertifikasi FSC CoC harus menjaga informasi terkini mengenai seluruh entitas pasokan bahan baku yang digunakan untuk produk bersertifikasi FSC. Ini mencakup nama, kode sertifikasi, dan jenis bahan yang disediakan oleh setiap supplier. Selain itu, verifikasi keaktifan sertifikasi supplier FSC perlu dilakukan melalui FSC Certificate Database, seperti yang dijelaskan pada bagian Tahap Pengecekan Sertifikat FSC Supplier Anda. Adapun salah satu contoh bentuk sertifikat yang dapat diunduh adalah sebagai berikut:       2. Rekam Produk Untuk setiap kelompok produk atau pesanan pekerjaan (job order), perusahaan harus mengidentifikasi langkah-langkah proses utama yang melibatkan perubahan volume atau berat bahan baku. Faktor konversi untuk setiap langkah juga perlu ditentukan, terutama dalam proses yang rumit.   Selain itu, penting bagi perusahaan untuk menyimpan catatan akuntansi bahan baku terkini yang mencakup input, output, dan persentase FSC. Perusahaan juga harus menyiapkan laporan ringkasan volume tahunan yang menampilkan jumlah produk terjual dengan klaim FSC yang sesuai dengan jumlah input, inventaris yang tersedia, permintaan output terkait, dan faktor konversi per kelompok produk.   3. Persyaratan Legal dan Tenaga Kerja FSC Perusahaan perlu memastikan bahwa produk bersertifikat FSC mereka sesuai dengan seluruh undang-undang legalitas kayu yang berlaku. Perusahaan harus dapat memberikan informasi tentang spesies, negara tempat panen, dan informasi lain yang diperlukan untuk mematuhi undang-undang legalitas kayu. Kemudian, dalam menerapkan persyaratan tenaga kerja, perusahaan perlu mempertimbangkan persyaratan dan hukum negara yang berlaku.   4. Penjualan dan Kontrol Klaim FSC Perusahaan harus memastikan bahwa semua dokumen penjualan (baik fisik atau elektronik) yang dikeluarkan untuk produk siap jual dengan klaim FSC harus mencakup nama organisasi, detail kontak, tanggal, kode sertifikat FSC, dan klaim FSC untuk setiap item. Contoh dari dokumen tersebut adalah sebagai berikut:   Komitmen, Konsistensi, dan Persyaratan Lainnya Selain memenuhi persyaratan dokumen, setiap perusahaan wajib mengimplementasikan dan menjaga sistem pengelolaan lacak balak FSC yang sesuai dengan besaran dan kompleksitas operasionalnya. Ini mencakup perlunya kehadiran seorang perwakilan manajemen yang berfokus pada aspek sertifikasi, penerapan prosedur yang tepat dan terkini, serta keterlibatan staf yang terlatih untuk menjalankan prosedur pengelolaan lacak balak.   Pentingnya menyimpan seluruh catatan dengan lengkap tidak hanya merupakan bagian dari praktik yang transparan dan akuntabel, tetapi juga menjadi dasar untuk memastikan keterbukaan dalam melacak pergerakan bahan baku dan produk berbasis hutan.   Tidak hanya itu, perusahaan juga diharapkan untuk berkomitmen sepenuhnya pada nilai-nilai kebijakan asosiasi FSC, mematuhi persyaratan tenaga kerja inti, dan menyusun prosedur yang efektif dalam menanggapi keluhan. Proses ini mencakup penggunaan prosedur komunikasi yang efektif, penyelidikan menyeluruh terhadap keluhan, serta penyelesaian yang adil.   Seluruh prosedur di atas penting untuk dilaksanakan secara konsisten guna memastikan bahwa setiap produk yang tidak sesuai dengan standar FSC dapat diidentifikasi dan dikendalikan. Dengan cara ini, perusahaan dapat menjaga kepercayaan dan integritas terhadap sertifikasi FSC yang dimiliki. Semua langkah ini menjadi landasan untuk mendukung praktik pengelolaan hutan yang berkelanjutan dan bertanggung jawab secara sosial. Tentang PT SOBI   PT SOBI, 100% FSC certified supplier dari Indonesia dengan +15 tahun pengalaman. Kami menyediakan supply kayu log jati, mahoni dan sengon dari 4 lokasi hutan rakyat di Pulau Jawa. Jika Anda mencari kayu FSC berkualitas tinggi yang mendukung keberlanjutan, kirimkan email kepada kami di PT SOBI melalui link dibawah ini. Temukan keunikan kayu kami dan sambut era baru dalam penggunaan kayu yang ramah lingkungan bersama PT SOBI. Sumber: https://preferredbynature.org/certification/verify-certificates https://id.fsc.org/id-id/panduan-sertifikasi-fsc-coc https://search.fsc.org/en/ https://www.tentangkayu.com/2017/11/apakah-dokumen-pelacakan-kayu-fsc-anda.html https://www.tentangkayu.com/2021/12/bagaimana-memeriksa-informasi.html https://connect.fsc.org/document-centre/documents/resource/238 https://connect.fsc.org/document-centre/documents/resource/302

  • Cara Memilih Log Kayu Jati & Mahoni Terbaik untuk Produk Furniture!

    Gelondong atau log kayu merupakan bahan dasar utama untuk menciptakan produk furniture yang berkualitas. Namun, kualitas dari setiap gelondong kayu tidaklah selalu sama. Oleh karenanya, penting untuk memiliki pengetahuan yang cukup tentang cara memilih gelondong kayu yang baik agar dapat memastikan kualitas dan keindahan produk akhir. Di antara berbagai pilihan kayu, jati dan mahoni selalu menjadi primadona. Kayu-kayu ini terkenal dengan keindahan, kekuatan, dan keawetannya. Namun, di balik pesona keduanya, terdapat faktor-faktor penting yang perlu dipertimbangkan untuk memperoleh kualitas gelondong yang terbaik.   Artikel ini akan memandu Anda dalam menyelami seluk beluk pemilihan kayu gelondong jati dan mahoni, dimulai dengan faktor-faktor umum yang berlaku untuk semua jenis kayu, hingga spesifik mengupas lebih dalam tentang ciri khas masing-masing kayu jati dan mahoni. Faktor-Faktor Umum dalam Memilih Gelondong Kayu Jenis Kayu Kondisi Fisik dan Pemeriksaan Visual Kadar Kelembaban MEMILIH GELONDONG KAYU JATI Ciri-Ciri Kayu Jati yang Berkualitas Kualitas Kayu Jati Berdasarkan Grade Kayu Jati Grade A Kayu Jati Grade B Kayu Jati Grade C MEMILIH GELONDONG KAYU MAHONI Ciri-Ciri Kayu Mahoni yang Berkualitas Kualitas Kayu Mahoni Berdasarkan Grade Kayu Mahoni Grade A Kayu Mahoni Grade B Kayu Mahoni Grade C Penutup Faktor-Faktor Umum dalam Memilih Gelondong Kayu Secara ringkas, berikut adalah beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan ketika memilih gelondong kayu:   Jenis Kayu Langkah awal dalam pemilihan gelondong kayu yang optimal adalah memahami jenis kayu yang akan digunakan. Setiap jenis kayu memiliki karakteristik unik, seperti warna, kekerasan, dan tekstur. Sebagai contoh, kayu merbau mungkin seringkali lebih cocok untuk aplikasi yang membutuhkan daya tahan yang kuat karena memiliki kekerasan yang tinggi, sementara kayu sengon lebih cocok untuk aplikasi yang membutuhkan bobot yang lebih ringan.   Kondisi Fisik dan Pemeriksaan Visual Lakukan pemeriksaan visual pada setiap bagian kayu gelondong yang akan Anda beli. Hindari kayu yang memiliki retak, cacat, atau lubang yang dapat mengurangi kekuatan dan keindahan estetikanya. Selain itu, perhatikan juga serat kayunya, pastikan agar seratnya lurus, tidak ada retak, maupun rekahan yang signifikan. Kadar Kelembaban Kadar kelembaban kayu adalah faktor krusial yang dapat mempengaruhi kualitas produk yang dihasilkan. Gelondong kayu yang memiliki kadar kelembaban stabil akan cenderung lebih tahan terhadap perubahan dimensi dan deformasi. Sehingga, sangat penting untuk memilih gelondong kayu dengan kadar kelembaban yang sesuai dengan lingkungan tempat produk akan ditempatkan. MEMILIH GELONDONG KAYU JATI Kayu jati berasal dari pohon Tectona grandis , merupakan salah satu jenis kayu yang paling populer dan dicari di seluruh dunia. Keunggulan atas kombinasi kekuatan dan keindahan alaminya menjadikannya pilihan utama untuk pembuatan furniture, khususnya furniture outdoor. Warna coklat keemasan alami yang dimilikinya juga menjadi salah satu daya tarik utama dari kayu jati. Ketahanan kayu jati terhadap air, pembusukan, dan serangga juga membuatnya cocok untuk untuk berbagai jenis aplikasi lainnya.   Spesies pohon jati banyak tumbuh di daerah Asia Selatan dan Tenggara, termasuk negara-negara seperti Indonesia, Malaysia, dan India. Kayu jati yang berasal Indonesia sendiri telah memperoleh popularitas di pasar internasional berkat kualitasnya yang terbukti unggul. Sehingga tidak heran jika kayu jati dari Indonesia sering diincar sebagai bahan baku utama untuk berbagai kebutuhan industri kayu.   Ciri-Ciri Kayu Jati yang Berkualitas Mengidentifikasi ciri-ciri kayu jati yang berkualitas memang tidaklah mudah, terutama bagi pemula. Namun terdapat beberapa tanda umum yang dapat diperhatikan, antara lain:   Umur:  Pohon sebaiknya benar-benar tua, karena kayu dari pohon yang lebih tua memiliki kekuatan dan ketahanan yang jauh lebih baik. Warna:  Kayu jati berkualitas tinggi biasanya memiliki warna yang lebih gelap dan merata di seluruh permukaannya. Pori-pori:  Pastikan pori-pori kayu jati terlihat padat. Pori-pori yang padat menunjukkan ketahanan kayu terhadap serangan hama seperti rayap. Tidak Berlubang:  Adanya lubang pada kayu menandakan kemungkinan serangan dari serangga. Lubang-lubang ini juga dapat mengurangi daya tarik visual produk akhir. Mata Kayu:  Pastikan kayu tidak memiliki terlalu banyak gundukan karena hal tersebut merupakan ciri dari mata kayu. Selain mengurangi estetika, mata kayu juga mengindikasikan potensi retak atau pecah yang lebih tinggi. Tidak Memiliki Gubal:  Kayu jati berkualitas juga dapat dilihat dari keberadaan gubal yang minim. Jika memungkinkan, pilihlah kayu dengan gubal yang paling sedikit. Namun, selama persentase gubal tidak melebihi 3% maka kualitasnya masih dianggap baik.   Kualitas Kayu Jati Berdasarkan Grade Meskipun berasal dari satu batang pohon yang sama, kayu jati akan memiliki perbedaan kualitas yang dikelompokkan ke dalam tiga grade utama: Grade A, Grade B, dan Grade C. Kayu Jati Grade A Kayu jati Grade A adalah varian kayu jati dengan kualitas tertinggi di kelasnya. Umumnya, hanya sekitar 25% dari satu batang pohon yang termasuk dalam Grade A. Beberapa ciri-ciri kayu Jati Grade A meliputi: Serat kayu yang sangat padat, halus, dan teratur. Warna coklat keemasan yang merata dan dalam. Pori-pori kayu kecil dan rapat. Kayu sangat berat dan padat. Mengandung senyawa alami (seperti minyak pelumas) yang melindungi kayu dari serangan rayap dan pertumbuhan jamur. Minim gubal.   Kayu Jati Grade B Biasanya hanya 35% dari satu batang pohon jati termasuk ke dalam Grade B. Meskipun Grade B dapat memiliki variasi warna dan ketidaksempurnaan lainnya, Grade B kayu jati masih dianggap sebagai kayu berkualitas tinggi yang cocok untuk berbagai aplikasi. Kayu jati ini memiliki kualitas sedang dengan ciri-ciri seperti: Serat kayu yang tidak terlalu beraturan. Warna coklat keemasan, namun tidak semerata dan cenderung lebih muda dibanding grade A. Pori-pori kayu sedikit lebih besar dibandingkan grade A. Terdapat gubal dalam jumlah terbatas. Masih mengandung senyawa alami berupa minyak pelindung dari serangan hama dan jamur.   Kayu Jati Grade C Kayu jati Grade C terdapat pada bagian terluar batang pohon jati dan memiliki kualitas yang kurang baik dibandingkan dengan Grade A dan Grade B. Sebanyak 40% dari satu batang pohon seringkali akan termasuk dalam kategori Grade C. Beberapa ciri-cirinya meliputi: Warna kayu yang paling cerah, putih kekuningan. Serat kayu kasar dan tidak beraturan. Pori-pori kayu besar dan jarang. Kayu kurang berat dan padat. Gubal lebih banyak daripada grade lainnya. Tidak terdapat minyak pelumas alami seperti pada kayu jati Grade A dan Grade B, sehingga lebih rentan terhadap serangan rayap dan jamur. MEMILIH GELONDONG KAYU MAHONI Kayu mahoni, berasal dari pohon Swietenia , merupakan salah satu jenis kayu yang memiliki popularitas tinggi dan menjadi incaran karena keindahan warnanya. Semakin tua usia kayu mahoni, warnanya akan semakin matang. Terlebih jika usianya sudah lebih dari 20 tahun, warna merah hati pada kayu mahoni akan menjadi semakin mencolok dan elok. Karena warna dasarnya yang indah, kayu mahoni sudah menawan tanpa perlu dipoles sekalipun.   Mahoni juga memiliki serat kayu yang lurus, mirip dengan serat kayu jati. Serat lurusnya menjadikan mahoni mudah untuk diolah dalam banyak model tanpa merusak keindahannya.   Jika dibandingkan dengan kayu jati, kayu mahoni memiliki harga yang lebih ramah di kantong. Oleh karena itu, banyak pengrajin yang memilih mahoni sebagai alternatif bahan untuk membuat mebel dengan kualitas yang tetap baik tanpa terkesan murahan. Keunggulan ini semakin terasa karena mahoni juga tidak memerlukan terlalu banyak finishing.   Meskipun harganya lebih ekonomis, daya tahan penampang pada kayu mahoni masih terbilang stabil. Kayu mahoni termasuk jenis kayu yang tidak mudah untuk menyusut dan memuai walaupun sudah puluhan tahun. Hal ini jugalah yang menjadi alasan kayu mahoni banyak dijadikan bahan untuk membuat alat musik.   Ciri-Ciri Kayu Mahoni yang Berkualitas Ada beberapa faktor yang dapat diperhatikan untuk mengidentifikasi kualitas baik dari kayu mahoni:   Warna: Pilihlah kayu mahoni dengan warna merah atau coklat tua yang khas. Mahoni yang berkualitas akan memiliki warna gelap yang juga menunjukkan bahwa kayu sudah berusia tua. Karateristik ini nantinya akan sangat berpengaruh pada warna dari furniture yang dihasilkan. Usahakan untuk tidak memlih kayu dengan warna yang pucat atau belang-belang. Tidak berlubang:  Pastikan tidak ada lubang pada kayu mahoni yang dapat mempengaruhi tampilan ketika dijadikan furniture. Serat:  Serat kayu mahoni yang berkualitas baik akan cenderung lurus dan halus. Apabila struktur serat kayunya renggang serta tidak datar, itu menandakan bahwa kayu tersebut memiliki kualitas yang kurang baik. Hindari kayu yang memiliki serat kasar, bergelombang, atau pecah-pecah. Berat: Kayu mahoni yang padat dan keras menunjukkan kualitas kayu yang baik. Hindari kayu yang terasa ringan karena kemungkinan besar kayu tersebut memiliki kualitas yang rendah. Aroma:  Bau khas kayu mahoni dapat membantu identifikasi kualitasnya. Kayu mahoni yang baik biasanya memiliki aroma khas yang cukup kuat.   Kualitas Kayu Mahoni Berdasarkan Grade Dalam hal klasifikasi kualitas, serupa dengan kayu jati, kayu mahoni juga dapat dibagi menjadi beberapa grade sebagai berikut:   Kayu Mahoni Grade A Kayu mahoni grade A adalah kayu dengan kualitas terbaik. Kayu ini memiliki warna merah kecoklatan yang gelap dan merata, serat yang lurus dan halus, berat yang cukup berat, dan tekstur yang padat. Kayu mahoni grade A biasanya digunakan untuk membuat furnitur kelas atas, seperti kursi, meja, dan lemari. Ciri-ciri kayu mahoni grade A: Warna:  Merah kecoklatan gelap, pekat, dan merata. Terkadang memiliki sedikit pantulan kemerahan alami. Serat:  Lurus, halus, rapat, dan seragam. Tidak ada cacat seperti mata kayu besar, retakan, atau cabang. Berat:  Berat dan padat, menandakan kekeringan sempurna dan kepadatan kayu. Tekstur:  Halus dan rata, cocok untuk finishing halus tanpa perlu banyak penghilangan cacat.   Kayu Mahoni Grade B Kayu mahoni grade B memiliki kualitas yang sedikit lebih rendah dibandingkan dengan grade A. Kayu ini memiliki warna merah kecoklatan yang sedikit lebih terang, serat yang masih lurus dan halus, berat yang sedikit lebih ringan, dan tekstur yang sedikit lebih lunak. Kayu mahoni grade B biasanya digunakan untuk membuat furnitur kelas menengah, seperti tempat tidur, rak buku, dan dekorasi rumah.   Ciri-ciri kayu mahoni grade B: Warna:  Merah kecoklatan dan sedikit lebih terang dibanding Grade A. Bisa memiliki variasi warna halus dalam penampang yang sama. Serat:  Umumnya lurus dan halus, namun kadang bisa memiliki sedikit ketidaksempurnaan cabang halus. Berat:  Sedikit lebih ringan dibanding Grade A, namun masih terasa padat. Tekstur:  Sedikit kurang halus daripada Grade A.   Kayu Mahoni Grade C Kayu mahoni grade C adalah kayu dengan kualitas yang paling rendah. Kayu ini memiliki warna yang lebih terang, serat yang tidak terlalu halus, berat yang lebih ringan, dan tekstur yang lebih lunak. Kayu mahoni grade C biasanya digunakan untuk membuat produk yang tidak memerlukan kualitas tinggi, seperti palet, peti kayu, dan konstruksi bangunan.   Ciri-ciri kayu mahoni grade C: Warna:  Lebih terang dan tidak seragam, bisa memiliki perbedaan warna yang signifikan. Dapat memiliki gubal yang tersisa. Serat:  Lebih bervariasi, dapat bergelombang dan tidak terlalu halus. Mata kayu, retakan, dan cabang kecil lebih umum ditemukan. Berat:  Lebih ringan dibanding Grade A dan B Tekstur:  Kurang halus dan cenderung perlu lebih banyak pengamplasan sebelum finishing. Memilih kayu gelondong yang baik bukanlah keputusan yang sepele, melainkan sebuah proses yang membutuhkan pemikiran dan pertimbangan matang. Dengan memahami kebutuhan dan penggunaan proyek Anda secara spesifik, Anda dapat memilih jenis dan kualitas kayu gelondong yang memberikan hasil optimal sesuai dengan keinginan dan kebutuhan Anda. Pada akhirnya setiap jenis kayu memiliki karakteristiknya sendiri, dan pemilihan kualitas sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan penggunaan yang diinginkan. Tentang PT SOBI   PT SOBI, 100% FSC certified supplier dari Indonesia dengan +15 tahun pengalaman. Kami menyediakan supply kayu log jati, mahoni dan sengon dari 4 lokasi hutan rakyat di Pulau Jawa. Jika Anda mencari kayu FSC berkualitas tinggi yang mendukung keberlanjutan, kirimkan email kepada kami di PT SOBI melalui link dibawah ini. Temukan keunikan kayu kami dan sambut era baru dalam penggunaan kayu yang ramah lingkungan bersama PT SOBI. Sumber: https://rimbakita.blogspot.com/2013/01/tips-memilih-kayu-log.html?m=0 https://jatimulya.co.id/dnews/20021/cara-pintar-memilih-kayu-jati-berkualitas.html https://www.lantaikayu.biz/jual/lantai-kayu/lantai-kayu-jati/perbedaan-kualitas-kayu-jati.html https://www.saniharto.com/news-events/read/984/bahan-favorit-untuk-furniture-yuk-intip-ciri-ciri-kayu-jati-yang-berkualitas https://www.saniharto.com/news-events/read/985/awas-salah-pilih-begini-ciri-ciri-kayu-mahoni-yang-bagus https://rimbakita.blogspot.com/2012/12/ciri-ciri-kayu-mahoni-tua.html?m=0 https://www.castlery.com/us/blog/guide-to-teak-wood-furniture https://www.vwood.in/blogs/news/teak-grades

  • Cara Menghitung Formula Konversi Kayu Log terhadap Kayu Gergajian

    Agar pemanfaatan kayu mencapai tingkat optimal, perhitungan volume log kayu dan transformasinya menjadi kayu gergaji merupakan tahapan krusial dalam proses produksi dan perdagangan kayu. Dalam artikel ini, akan dibahas secara mendalam metode-metode yang umumnya digunakan untuk mengukur dan mengelola kedua aspek tersebut. Menghitung Volume Log Kayu Rumus Smalian Rumus Huber Rumus Brereton Alat Ukur Volume Kayu Lainnya Menghitung Konversi Log Kayu terhadap Kayu Gergaji Memilih Metode yang Paling Sesuai Menghitung Volume Log Kayu Volume log kayu merujuk pada jumlah ruang yang ditempati oleh suatu log. Perhitungan volume log kayu dapat dilakukan dengan berbagai metode yang dapat dipilih bergantung pada bentuk log dan ketersediaan alat ukur yang digunakan. Beberapa metode umum yang sering diimplementasikan biasanya melibatkan pendekatan matematis dan geometris, serta menggunakan alat ukur seperti caliper atau pita pengukur. Memahami berbagai metode perhitungan penting untuk menentukan volume log kayu dengan akurat, serta memastikan efisiensi dalam proses produksi dan perdagangan kayu. Berikut adalah beberapa metode yang seringkali digunakan: Rumus Smalian Rumus Smalian adalah metode yang paling sering digunakan untuk menghitung volume log kayu bundar. Rumus ini menggunakan diameter pada dua titik (pangkal dan ujung) dan panjang log untuk menghitung volume. Metode Smalian ini cocok digunakan untuk mengukur volume kayu bundar dengan diameter kecil dan sangat berguna untuk mengukur kayu yang memiliki bentuk yang tidak teratur atau berlekuk. V = (0,7854 x (D² + d²) x L) / 10000 Keterangan: V = Volume log kayu (m³) D² = Diameter pangkal log kayu (cm) d² = Diameter ujung log kayu (cm) L = Panjang log kayu (m) Rumus Huber Rumus Huber adalah metode yang lebih detil   untuk menghitung volume kayu bundar.   Dalam metode ini, diameter kayu diukur pada tiga titik, yaitu pangkal, tengah, dan ujung kayu. Kemudian, nilai rata-rata diameter digunakan untuk menghitung volume kayu dengan menggunakan rumus Huber. Metode ini mempertimbangkan variasi diameter pada panjang kayu, sehingga diharapkan memberikan hasil yang lebih akurat. V = (0,7854 x D² x L) / 10000 Keterangan: V = Volume log kayu (m³) D = Diameter rata-rata log kayu (cm) L = Panjang log kayu (m) Rumus Brereton Pendekatan Brereton metric merupakan metode yang paling sering digunakan oleh SOBI untuk mengukur volume kayu. Berikut adalah rincian proses tahapan perhitungannya: 1. Penetapan Diameter Keterangan: B = Pusat bontos Bp = Bontos pangkal Bu = Bontos ujung d1 = Garis tengah terpendek pada Bu (cm) d2 = Garis tengah terpanjang pada Bu (cm) d3 = Garis tengah terpendek pada Bp (cm) d4 = Garis tengah terpanjang pada Bp (cm) Penetapan diameter untuk mencari volume dengan menggunakan Tabel A: Ukur garis tengah terpendek (d1) dan garis tengah terpanjang (d2) melalui pusat bontos (B) pada bontos ujung (Bu), kemudian ukur garis tengah terpendek (d3) dan garis tengah terpanjang (d4) melalui pusat bontos (B) pada bontos pangkal (Bp), tanpa kulit. Diameter kayu (d) kemudian ditetapkan dengan menggunakan persamaan sebagai berikut: Keterangan: d = Diameter kayu (cm) dp = Diameter pangkal (cm) du = Diameter ujung (cm) Penetapan diameter untuk mencari volume dengan menggunakan Tabel B: Pengukuran diameter untuk mencari volume log kayu dengan Tabel B hanya dilakukan terhadap Bu, yaitu dengan mengukur garis tengah terpendek (d3) dan garis tengah terpanjang (d4) melalui pusat bontos (B), kemudian dirata-ratakan. Diameter kayu (d) ditetapkan dengan menggunakan persamaan sebagai berikut: 2. Penetapan Panjang Panjang ditetapkan dengan cara mengukur jarak terpendek antara kedua bontos sejajar sumbu kayu dalam satuan meter dengan kelipatan 10 cm. Contohnya: NO PANJANG HASIL PENGUKURAN PANJANG KAYU 1 6,50 m 6,50 m 2 4,19 m 4,10 m 3 2,09 m 2,00 m 3. Penetapan Volume Selanjutnya, berdasarkan angka diameter (d) dan panjang (p), maka volume log kayu dapat ditetapkan dengan melihat daftar Tabel A dan Tabel B. *Catatan: Tabel A dan Tabel dapat dilihat pada lampiran link ini. Untuk log kayu yang menggunakan Tabel A, apabila mengandung cacat-cacat yang dapat mereduksi atau mengurangi volume, maka volume kayu bundar harus dikurangi dengan volume cacat tersebut, dengan menggunakan persamaan: Vb = Vk - Vc Keterangan: Vb = Volume bersih (m3) Vk = Volume kotor (m3) Vc = Volume cacat (m3) Alat Ukur Volume Kayu Lainnya Selain metode penghitungan manual, perhitungan volume log kayu juga dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai alat ukur modern, seperti dendrometer atau perangkat ukur volume log kayu digital. Pada era saat ini, juga telah banyak tersedia perangkat lunak khusus yang dapat mempermudah proses penghitungan volume log kayu. Perangkat lunak ini umumnya memanfaatkan data yang dimasukkan oleh pengguna, seperti diameter dan panjang log kayu, untuk kemudian secara otomatis menghasilkan perhitungan volume yang akurat. Penggunaan alat-alat dan perangkat lunak ini tidak hanya meningkatkan akurasi, tetapi juga memberikan tingkat efisiensi yang tinggi dalam mengelola data volumetrik kayu, mempercepat, serta menyederhanakan proses. Menghitung Konversi Log Kayu terhadap Kayu Gergaji Setelah proses penebangan log kayu dilakukan, langkah selanjutnya adalah pengolahan. Pada tahap ini, log kayu akan menjalani proses penggergajian, yang nantinya menghasilkan kayu gergaji. Oleh karena itu, perlu dilakukan perhitungan konversi log kayu terhadap kayu gergaji. Perhitungan konversi log gergaji melibatkan penggunaan rumus berikut: Konversi = (Volume Kayu Gergaji / Volume Log Kayu) x 100% Contohnya: Sebuah log kayu dengan diameter 40 cm dan panjang 4 meter diproses menjadi kayu gergaji dengan ketebalan 2 cm. Volume log kayu dihitung menggunakan rumus Smalian dan diperoleh volume 0,64 m³. Volume kayu gergaji dihitung dengan mengalikan luas penampang (40 cm x 2 cm) dengan panjang (4 meter), menghasilkan volume 0,32 m³. Konversi dihitung menggunakan rumus di atas menghasilkan nilai berikut: Konversi = (0,32 m³ / 0,64 m³) * 100% = 50% Berarti dari 100% volume kayu log, hanya 50% yang menjadi kayu gergajian. S ementara itu, sekitar separuh sisanya bisa jadi terbuang melalui proses pengolahan menjadi menjadi serbuk gergaji maupun serpihan kayu. Penting untuk dicatat bahwa perhitungan konversi ini sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari jenis kayu yang digunakan, diameter log, hingga metode penggergajian yang diterapkan. Faktor-faktor yang mempengaruhi konversi kayu log kayu terhadap kayu gergaji antara lain: Jenis kayu Kayu keras umumnya memiliki tingkat konversi yang lebih rendah dibandingkan dengan kayu lunak. Kayu dengan kepadatan tinggi (misalnya, jati, ulin) menghasilkan lebih sedikit kayu gergaji dibandingkan dengan kayu dengan kepadatan rendah (misalnya, pinus, sengon). Diameter log Log dengan diameter yang lebih besar umumnya menghasilkan lebih banyak kayu gergaji dibandingkan dengan log dengan diameter yang lebih kecil. Diameter log yang lebih besar memungkinkan untuk menghasilkan potongan kayu gergaji yang lebih lebar dan lebih tebal. Metode penggergajian Pemilihan metode penggergajian memiliki dampak signifikan terhadap hasil akhir konversi. Penggergajian plain:  Metode ini menghasilkan jumlah kayu gergaji yang lebih besar, namun, berkompromi pada tingkat kualitas yang sedikit lebih rendah. Penggunaan metode ini sering diutamakan ketika kebutuhan akan kuantitas produksi tinggi. Penggergajian quarter sawn:  Lebih berfokus pada menghasilkan kayu gergaji dengan kualitas yang lebih tinggi, meskipun konversinya cenderung lebih rendah. Metode ini umumnya dipilih ketika kualitas estetika dan ketahanan kayu menjadi prioritas utama. Penggergajian rift sawn:  Metode ini menghasilkan kayu gergaji dengan kualitas tinggi dan konversi yang lebih tinggi dibandingkan dengan penggergajian quarter sawn. Metode rift sawn seringkali dianggap sebagai opsi yang paling optimal ketika menggabungkan antara kualitas superior dan tingkat produksi yang signifikan. Ketebalan kayu gergaji Kayu gergaji yang lebih tebal memiliki konversi yang lebih rendah dibandingkan dengan kayu gergaji yang lebih tipis. Kerusakan log Log yang memiliki kerusakan, seperti lubang atau retakan, akan menghasilkan konversi yang lebih rendah. Keterampilan tukang gergaji Tukang gergaji yang terampil dapat menghasilkan konversi yang lebih tinggi dengan meminimalkan limbah. Memilih Metode yang Paling Sesuai Dengan semakin mendalamnya pemahaman terhadap berbagai rumus penghitungan volume log kayu, Anda akan menjadi lebih ahli dalam menghitung volume log kayu secara akurat. Pilihlah rumus yang sesuai dengan jenis, tujuan penggunaan, bentuk, dan karakteristik log yang sedang diukur, dan pastikan setiap tahapan pengukuran dilaksanakan dengan cermat untuk memperoleh hasil yang optimal. Penting untuk diingat bahwa tidak ada rumus yang dianggap sebagai standar universal yang paling benar. Setiap metode memiliki kelebihan dan kekurangan, serta sangat bergantung pada kondisi spesifik pengukuran. Inilah alasan mengapa penting untuk memahami setiap perbedaan antar rumus dan mengaplikasikan metode yang paling sesuai dengan kebutuhan spesifik. Terakhir, jangan lupakan langkah krusial untuk mengkonversi volume ke dalam unit yang relevan dengan kebutuhan. Hal ini akan meningkatkan keterbacaan dan kemudahan interpretasi dari hasil pengukuran. Tentang PT SOBI   PT SOBI, 100% FSC certified supplier dari Indonesia dengan +15 tahun pengalaman. Kami menyediakan supply kayu log jati, mahoni dan sengon dari 4 lokasi hutan rakyat di Pulau Jawa. Jika Anda mencari kayu FSC berkualitas tinggi yang mendukung keberlanjutan, kirimkan email kepada kami di PT SOBI melalui link dibawah ini. Temukan keunikan kayu kami dan sambut era baru dalam penggunaan kayu yang ramah lingkungan bersama PT SOBI. Sumber: https://www.tentangkayu.com/2008/03/konversi-kayu-log-terhadap-kayu.html https://www.tentangkayu.com/2021/11/rumus-menghitung-volume-log-kayu-mana.html https://proyekin.com/blog/cara-menghitung-kubikasi-kayu/ https://teknologihutan.fkt.ugm.ac.id/wp-content/uploads/sites/675/2019/01/SNI_7533.2-2011_-_Kayu_bundar_Bagian_2_Pengukuran_dan_tabel_isi_-1.pdf

  • Panduan Cara Mendapatkan Sertifikasi FSC dan SVLK

    Sertifikasi FSC (Forest Stewardship Council) dan SVLK (Sistem Verifikasi Legalitas dan Kelestarian) memegang peranan penting dalam menjaga keberlanjutan hutan dan industri kayu. Dengan menerapkan kedua sertifikasi ini, Indonesia dapat menawarkan solusi komprehensif yang memperkuat kredibilitas serta daya saing industri kayu di pasar global. Panduan Sertifikasi SVLK Panduan Sertifikasi FSC Pentingnya Sertifikasi SVLK dan FSC SVLK merupakan sertifikasi yang wajib bagi industri kayu di Indonesia, sementara FSC adalah sertifikasi sukarela yang statusnya telah diakui secara internasional. Kedua sertifikasi ini memiliki fokus yang sama, SVLK didesain untuk memastikan bahwa kayu berasal dari sumber yang legal dan berkelanjutan sesuai dengan peraturan perundang-undangan di Indonesia. Di sisi lain, FSC menekankan pentingnya pengelolaan hutan yang bertanggung jawab, memperhatikan aspek ekologi, sosial, dan ekonomi. Dengan memiliki kedua sertifikasi ini, perusahaan dapat mencapai beberapa tujuan penting, seperti:   1. Meningkatkan Kepercayaan dan Peluang Pasar Sertifikasi FSC dan SVLK dapat memberikan jaminan ganda kepada konsumen bahwa produk kayu berasal dari sumber yang legal, bertanggung jawab, dan berkelanjutan. Hal ini memungkinkan industri untuk membuka akses ke pasar internasional yang semakin menuntut produk yang memenuhi standar legal dan berkelanjutan.   2. Meningkatkan Daya Saing Industri Dengan memiliki sertifikasi SVLK dan FSC, perusahaan dapat mengembangkan reputasi positif dan memperkuat brand image  sebagai produsen produk yang legal dan berkelanjutan. Ini membawa peningkatan nilai tambah produk, yang pada gilirannya memberikan keunggulan dalam persaingan di pasar global. 3. Mendukung Keberlanjutan Hutan Kedua sertifikasi ini mendorong pengelolaan hutan yang bertanggung jawab dengan tujuan mencegah penebangan liar dan degradasi hutan. Dengan demikian, perusahaan dapat berperan dalam menjaga kelestarian hutan untuk generasi mendatang.   4. Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Sertifikasi SVLK dan FSC sama-sama memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan melalui dua cara utama: penciptaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan masyarakat yang bergantung pada sektor kehutanan. Dengan menerapkan pola sertifikasi ini, perusahaan dapat berkontribusi dalam meningkatkan peluang kerja di sektor kehutanan yang pada akhirnya akan turut menjaga keberlanjutan industri kayu.   Panduan Sertifikasi SVLK Saat ini, Sistem Verifikasi Legalitas Kayu telah resmi berganti nama menjadi Sistem Verifikasi Legalitas dan Kelestarian (SVLK). Pergantian nama ini tertuang dalam Peraturan Menteri LHK Nomor 13 Tahun 2023 tentang Sistem Verifikasi Legalitas dan Kelestarian.   Nama baru dari "SVLK" mencerminkan perluasan ruang lingkup sistem, yang tidak hanya berfokus pada legalitas kayu, tetapi juga pada kelestarian hutan. SVLK menjadi tidak hanya memverifikasi legalitas kayu, tetapi juga aspek kelestarian hutan, seperti kepatuhan terhadap izin usaha pemanfaatan hasil hutan kayu (IUPHHK), AMDAL, dan tata kelola hutan yang baik ( Good Forest Governance /GFG).   Skema Sertifikasi SVLK Sampai saat artikel ini dibuat, proses sertifikasi SVLK pada tahun sekarang masih mengikuti pedoman yang diberlakukan sejak tahun 2022.   SVLK berlaku untuk seluruh pelaku bisnis hutan dan industri pengolahan kayu di Indonesia, termasuk industri kecil, menengah, dan besar untuk keperluan ekspor maupun pasar lokal. Sertifikasi SVLK bersifat wajib untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan hutan dan menjaga kredibilitas legalitas kayu dari Indonesia.   Demi menjamin legalitas dan kelestarian melalui SVLK, Komite Akreditasi Nasional (KAN) memberikan akreditasi kepada lembaga penilai kesesuaian yang merupakan perusahaan swasta independen. Lembaga penilai tersebut bertugas untuk mengaudit usaha-usaha kehutanan dan industri berbasis kayu, serta memastikan bahwa standar legalitas dan kelestarian dapat terpenuhi.   Salah satu dari layanan akreditasi yang disediakan oleh KAN adalah skema akreditasi LPVI. Skema ini ditujukan bagi organisasi yang menyelenggarakan verifikasi legalitas dan kelestarian sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan beserta turunannya.   Organisasi yang melakukan verifikasi tersebut dikenal sebagai Lembaga Penilai dan Verifikasi Independen (LPVI). Sehingga, untuk memperoleh sertifikasi SVLK, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah dengan mengajukan permohonan kepada LPVI.   Daftar organisasi yang terakreditasi menyelenggarakan skema LPVI dapat dilihat pada website resmi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui link ini.   Tahapan Sertifikasi SVLK Tahapan dari proses sertifikasi SVLK yang dilakukan oleh tiap organisasi LPVI umumnya hampir sama dan dapat dijelaskan sebagai berikut:   1. Pengajuan Permohonan Sertifikasi Dalam proses pengajuan permohonan SVLK, perusahaan diwajibkan mengirimkan formulir permohonan dan kuisioner SVLK kepada salah satu organisasi LPVI yang dipilih. Berikut adalah contoh isi formulir yang harus diisi: 2. Tinjauan Dokumen Sebelum penilaian lapangan dilakukan, perusahaan harus menyampaikan secara lengkap data dan dokumen legalitasnya. Kemudian, tim audit dari LPVI akan memproses dan melakukan audit tinjauan dokumen untuk menilai sejauh mana perusahaan memenuhi persyaratan SVLK. Checklist dokumen yang diperlukan antara lain: Akte Pendirian Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) Tanda Daftar Perusahaan (TDP) Eksportir Terdaftar Produk Industri Kehutanan (ETPIK) Nomor Induk Berusaha (NIB) Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) PKAPT (Perdagangan Kayu Antar Pulau Terdaftar) Izin Usaha Industri (IUI) IUT (Izin Usaha Tetap) TDI (Tanda Daftar Industri) Izin Gangguan (HO) Izin Lingkungan (AMDAL/UKL-UPL/SPPL) Peraturan Perusahaan *Catatan: Bisa jadi terdapat sedikit variasi dalam dokumen dan format formulir yang diminta oleh masing-masing organisasi LPVI. Anda dapat langsung bertanya kepada organisasi yang Anda pilih untuk memperoleh penjelasan lebih lanjut. 3. Publikasi Pra Audit Sebelum melakukan penilaian lapangan, tim audit akan mengumumkan atau mempublikasikan rencana audit di website LVLK, website Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta Pemantau Independen, baik di desa/kelurahan lokasi industri dan/atau di media massa. Masyarakat umum juga dapat memberikan masukan dan tanggapan terkait rencana audit melalui website atau email, yang kemudian akan menjadi bahan pertimbangan tambahan bagi tim auditor. 4. Penilaian Lapangan Kegiatan penilaian lapangan akan dilakukan oleh tim audit langsung di lokasi industri. Kegiatan ini harus didampingi oleh perwakilan perusahaan yang ditunjuk oleh manajemen perusahaan melalui Surat Kuasa atau Surat Tugas. 5. Keputusan Sertifikasi Unit Manajemen atau perusahaan akan dinyatakan lulus dan memperoleh Sertifikat SVLK jika semua norma penilaian untuk setiap verifier pada standar verifikasi legalitas terpenuhi. Jika terdapat kekurangan dokumen yang dibutuhkan selama audit, pemohon akan diberi waktu maksimal 14 (empat belas) hari sejak pertemuan penutupan untuk menyampaikan data dan dokumen yang diperlukan. Pengambilan keputusan hasil verifikasi (Lulus atau Tidak Lulus) akan dilakukan oleh Pengambil Keputusan (Panel Review) berdasarkan laporan dari auditor. Panduan Sertifikasi FSC Sebelum mendaftarkan perusahaan Anda untuk memperoleh sertifikasi FSC, Anda perlu memastikan bahwa sistem manajemen hutan dan pelacakan balak perusahaan telah sesuai dengan persyaratan Standar Pengelolaan Hutan dan/atau Rantai Penelusuran FSC. Hal ini mencakup, antara lain: sumber bahan baku dari hutan yang dikelola secara berkelanjutan, rekam produk yang jelas, serta menerapkan persyaratan tenaga kerja inti FSC, seperti tidak menggunakan pekerja anak, menghapuskan segala bentuk kerja paksa, memastikan tidak adanya diskriminasi dalam pekerjaan dan jabatan, serta menghormati kebebasan berserikat dan hak efektif untuk berunding bersama.   Tahapan Sertifikasi FSC Terdapat beberapa langkah yang harus ditempuh oleh setiap perusahaan untuk mendapatkan sertifikasi FSC. Berikut adalah penjelasannya:   1. Mematuhi Semua Peraturan dan Persyaratan dari Pemerintah dan FSC Hal tersebut perlu tertuang dan menjadi bagian dari kebijakan perusahaan yang dipahami dan diikuti oleh seluruh pegawai, mulai dari manajer hingga karyawan. Komitmen tersebut juga harus tercermin dalam bentuk "Pernyataan Diri" FSC yang telah ditandatangani. 2. Menjamin Keterlacakan dan Asal-Usul Bahan Baku Perusahaan harus menerapkan sistem manajemen yang menjamin penelusuran asal material, seperti sistem lacak balak. Sistem ini berfungsi sebagai sistem dokumentasi yang mengelola bahan baku, memastikan semua bahan dapat dilacak sampai ke asalnya. Selain itu, perusahaan juga harus menggunakan bahan baku dari hutan yang dikelola dengan benar dan bertanggung jawab. 3. Menghubungi Lembaga Sertifikasi FSC Terakreditasi Mirip dengan sertifikasi SVLK, proses sertifikasi FSC dilakukan oleh lembaga sertifikasi pihak ketiga, yang dikenal sebagai Certification Body (CB). FSC tidak secara langsung melakukan proses sertifikasi atau mengeluarkan sertifikat. Hanya CB yang telah terakreditasi oleh FSC yang memiliki kewenangan untuk melakukan sertifikasi FSC dan menerbitkan sertifikat FSC. Perusahaan harus memilih salah satu dan menghubungi CB yang terakreditasi untuk mengajukan aplikasi sertifikasi. Lembaga tersebut kemudian akan memberikan informasi terkait dengan perkiraan biaya awal dan waktu proses pembuatan sertifikasi. Daftar lembaga sertifikasi terakreditasi FSC di Indonesia dapat diperiksa melalui website resmi FSC pada link ini. 4. Persiapan Dokumen Setelah memilih lembaga sertifikasi (CB), Anda akan menandatangani perjanjian dengan lembaga sertifikasi tersebut. Langkah selanjutnya adalah memenuhi beberapa persyaratan teknis dan memberikan informasi dasar mengenai operasi perusahaan. Daftar dokumen yang biasanya diperlukan oleh CB adalah sebagai berikut: Profil perusahaan, dokumen hukum dan perijinan Deskripsi ruang lingkup bisnis Deskripsi proses bisnis Nama perwakilan manajemen yang akan menangani seritifikasi FSC Pernyataan kesediaan untuk mengikuti prinsip dan nilai FSC serta semua hukum dan regulasi yang berlaku Dokumen manual, yang merupakan seluruh dokumen berhubungan dengan aplikasi sistem lacak balak organisasi Dokumen prosedur, atau dokumen yang menjelaskan cara kerja prosedur perusahaan Penyimpanan data, berupa deskripsi tempat fisik di perusahaan dimana seluruh dokumen disimpan Daftar pemasok bersertifikasi FSC 5. Proses Audit Audit kemudian akan dilakukan oleh lembaga CB. Pada tahapan ini, tim audit akan menilai kepatuhan perusahaan terhadap persyaratan FSC yang relevan. Hasil audit tersebut nantinya akan menjadi dasar untuk pengambilan keputusan. 6. Penerimaan Kode Sertifikasi Jika hasil audit positif, perusahaan akan diberikan sertifikat FSC beserta kode lisensinya. Namun, jika hasil audit menunjukkan bahwa aktivitas perusahaan belum sepenuhnya memenuhi persyaratan FSC, setelah perusahaan menerapkan perubahan yang disarankan dalam laporan sertifikasi, perusahaan masih dapat menjalani audit tambahan. Perlu diingat bahwa setiap perusahaan yang telah bersertifikasi FSC harus terus mengimplementasikan dan mempertahankan sistem pengelolaan lacak balak yang sesuai dengan besaran dan kompleksitasnya. Oleh karena itu, keberadaan perwakilan manajemen yang berfokus pada sertifikasi FSC, yang mampu mengadopsi prosedur terkini, melakukan pengelolaan prosedur lacak balak dengan tepat, serta melakukan pencatatan lengkap dan terperinci sangatlah penting.   Kombinasi sertifikasi FSC dan SVLK merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kepercayaan pasar, menambah daya saing industri, serta mendukung keberlanjutan hutan di Indonesia. Kolaborasi ini akan memberikan manfaat bagi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pebisnis, pemerintah, hingga masyarakat luas. Dengan memiliki sertifikasi FSC dan SVLK, perusahaan dapat menegaskan komitmennya terhadap pengelolaan hutan yang legal, bertanggung jawab, dan berkelanjutan. Tentang PT SOBI   PT SOBI, 100% FSC certified supplier dari Indonesia dengan +15 tahun pengalaman. Kami menyediakan supply kayu log jati, mahoni dan sengon dari 4 lokasi hutan rakyat di Pulau Jawa. Jika Anda mencari kayu FSC berkualitas tinggi yang mendukung keberlanjutan, kirimkan email kepada kami di PT SOBI melalui link dibawah ini. Temukan keunikan kayu kami dan sambut era baru dalam penggunaan kayu yang ramah lingkungan bersama PT SOBI. Sumber: https://silk.menlhk.go.id/ https://id.fsc.org/ https://www.forestdigest.com/detail/1309/svlk-bersalin-rupa https://kan.or.id/index.php/programs/sni-iso-iec-17065-1/lembaga-penilai-dan-verifikasi-independen https://tric-indonesia.com/layanan/sertifikasi-svlk/ https://www.sucofindo.co.id/layanan-jasa/sistem-verifikasi-legalitas-kelestarian/ https://mutuhijau.com/layanan/svlk

  • SOBI Meraih Penghargaan ESG Award by KEHATI 2024 Kategori Best Impact Entrepreneur

    — SOBI Wins the ESG Award by KEHATI 2024 in the Best Impact Entrepreneur Category Jakarta, 30 Juli 2024  -  Pada “Malam Penganugerahan ESG Award 2024 by KEHATI” yang berlangsung di Graha Niaga Jakarta pada hari Selasa, 30 Juli 2024, PT Sosial Bisnis Indonesia (SOBI) berhasil mendapatkan penghargaan sebagai Best Impact Entrepreneur. Peraih penghargaan dipilih oleh 9 orang dewan juri kompeten dari berbagai sektor industri dengan diketuai oleh Bapak Darwin Cyril Noerhadi yang merupakan bagian dari dewan pengawas Indonesia Investment Authority (INA). ESG Award by KEHATI merupakan salah satu penghargaan prestisius di Indonesia yang diberikan kepada pelaku bisnis, investor, dan fasilitator yang secara aktif melakukan inovasi untuk mendorong implementasi ESG secara holistik sehingga diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kelestarian lingkungan hidup dan kesejahteraan masyarakat.  Keberhasilan mendapatkan penghargaan sebagai Best Impact Entrepreneur merupakan buah manis dari konsistensi SOBI dalam menjalankan misinya untuk memberdayakan smallholders  dan memfasilitasi adopsi praktik pengelolaan lahan regeneratif yang diyakini dapat menjadi solusi terhadap meningkatnya kebutuhan produk pertanian dan kehutanan dunia dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan. Dalam menjalankan misinya, SOBI, yang telah beroperasi sejak tahun 2016, mengombinasikan penggunaan teknologi informasi dalam kegiatan perencanaan dan operasional, dengan pendampingan teknis di lapangan sebagai mitra implementasi stakeholders  kunci melalui pendekatan: Bottom-up : memberdayakan secara langsung smallholders  dengan memberikan pelatihan, menyediakan sumber daya kunci (pembiayaan dan infrastruktur), mengelola sertifikasi ( Forest Stewardship Council  - FSC dan Sistem Verifikasi Legalitas Kayu), dan memfasilitasi akses pasar melalui profit-sharing commodity trading model   Top-down:  membangun kerja sama dengan pemilik lahan (konsesi) dan offtakers untuk merancang pemanfaatan lahan dengan mempertimbangkan faktor ekologis, menyusun rencana pemberdayaan masyarakat lokal, dan menjadi mitra operasional pengelolaan lahan serta hasil panen Pada posisi April 2024, SOBI telah merancang 7.557 hektar lahan regeneratif, mengelola 1.810 hektar lahan (termasuk lahan bersertifikasi FSC) dengan 179.402 pohon tersertifikasi, memberdayakan 13.356 petani penerima manfaat yang tersebar di 4 area operasional: Ciamis (Jawa Barat), Sragen dan Purworejo (Jawa Tengah), serta Kulon Progo (Yogyakarta). Sepanjang tahun 2023 saja, SOBI telah memasarkan 5.017 m³ log kayu dan melakukan penanaman 26.640 bibit pohon baru. Atas didapatkannya penghargaan ESG Awards by Kehati 2024 dalam kategori Best Impact Entrepreneur, SOBI mengucapkan terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas karunia dan rahmat yang diberikan, tim Kehati yang dikomandani Bapak Riki Frindos atas telah terselenggaranya secara sukses dan lancar seluruh proses ESG Awards 2024, dan kepada pemegang saham, manajemen, tim kantor pusat dan lapangan, dan seluruh stakeholders  kunci SOBI (khususnya koperasi, kelompok tani, vendor, dan offtakers ) yang telah memberikan kontribusi baik di masa lalu sampai dengan saat ini. Semoga penghargaan ini menjadi penyemangat dan motivasi kita bersama untuk terus membangun berkolaborasi dan memberikan kontribusi yang lebih besar lagi dalam mengimplementasikan praktik pengelolaan lahan regeneratif yang berkelanjutan, inklusif, dan berkeadilan. Untuk informasi media lebih lanjut dapat menghubungi: Marketing & Communication PT SOBI contact@sobi.co.id 0821 3176 7772 Jakarta, July 30, 2024 – At the "ESG Award 2024 by KEHATI" ceremony held at Graha Niaga Jakarta on Tuesday, July 30, 2024, PT Sosial Bisnis Indonesia (SOBI) was honored with the Best Impact Entrepreneur award. The award was given based on the assessment by nine competent jurors from various industry sectors, chaired by Mr. Darwin Cyril Noerhadi, a member of the board of supervisors at Indonesia Investment Authority (INA). The ESG Award by KEHATI is one of Indonesia’s prestigious awards given to businesses, investors, and facilitators who actively innovate to promote holistic ESG implementation, with the aim of making a positive impact on environmental conservation and community well-being. The achievement of being named Best Impact Entrepreneur reflects SOBI’s consistency in its mission to empower smallholders and facilitate the adoption of regenerative land management practices, which are believed to offer solutions to the increasing global demand for agricultural and forestry products while maintaining environmental sustainability. In pursuing its mission, SOBI, which has been operating since 2016, combines the use of information technology in planning and operations with technical support in the field as a key stakeholder implementation partner through the following approaches: Bottom-up: Directly empowering smallholders by providing training, essential resources (financing and infrastructure), managing certifications (Forest Stewardship Council - FSC and Sistem Verifikasi Legalitas Kayu/SVLK ), and facilitating market access through a profit-sharing commodity trading model. Top-down: Building partnerships with landowners (concessions) and offtakers to design land utilization considering ecological factors, developing plans for community empowerment, and becoming operational partners in land and harvest management. As of April 2024, SOBI has designed 7,557 hectares of regenerative land, managed 1,810 hectares (including FSC-certified land) with 179,402 certified trees, empowered 13,356 beneficiary farmers across four operational areas: Ciamis (West Java), Sragen and Purworejo (Central Java), and Kulon Progo (Yogyakarta). In 2023 alone, SOBI marketed 5,017 cubic meters of timber and planted 26,640 new seedlings. In light of receiving the ESG Award by KEHATI 2024 in the Best Impact Entrepreneur category, SOBI extends its gratitude to God Almighty for His grace and blessings, to the KEHATI team led by Mr. Riki Frindos for successfully organizing the ESG Awards 2024, and to shareholders, management, headquarters and field teams, and all key stakeholders of SOBI (particularly cooperatives, farmer groups, vendors, and offtakers) who have contributed from the past up to the present. May this award serve as an encouragement and motivation for all of us to continue collaborating and making a greater contribution in implementing sustainable, inclusive, and equitable regenerative land management practices. For more media information, please contact: Marketing & Communication PT SOBI contact@sobi.co.id 0821 3176 7772

© 2024 by PT Sosial Bisnis Indonesia | Follow us: 

  • Instagram
  • Linkedin
bottom of page